Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Wakil Bupati Luwu Pimpin Rakor TPPS 2025, Dorong Sinergi Tekan Angka Stunting

LUWU  – Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, SH, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Luwu, secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Luwu Tahun 2025 yang digelar di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, pada Selasa (8/7/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Luwu, seperti halnya banyak daerah lain di Indonesia, tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka stunting.

Ia menekankan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas daerah.

“Pemerintah Kabupaten Luwu melalui TPPS berkomitmen penuh untuk mengatasi persoalan ini secara terintegrasi dan berkelanjutan,” tegas Dhevy.

Ia menambahkan bahwa TPPS Kabupaten Luwu telah dibentuk dan terus menjalankan berbagai program lintas sektor secara terpadu.

Penanganan stunting, menurutnya, tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, puskesmas, kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta.

“Dengan kerja keras, sinergi, dan inovasi, saya yakin kita dapat mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan,” pungkas Dhevy.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu, Masling, SE., M.Si, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa tujuan Rakor ini adalah untuk meningkatkan komitmen dan koordinasi seluruh anggota TPPS dalam mengakselerasi penurunan stunting di daerah.

“Selanjutnya mewujudkan sinkronisasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Adapun kegiatan TPPS Kabupaten Luwu tahun 2025 meliputi: GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Mini Lokakarya, Rembug Stunting, Penyediaan Data Hasil Laporan TPK, dan BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting).

Rapat Koordinasi ini diikuti oleh 242 peserta, yang terdiri dari unsur Forkopimda, pimpinan SKPD terkait, para camat, kepala puskesmas, Penyuluh KB/PLKB, serta Ketua TPPS desa/kelurahan di lokus stunting Kabupaten Luwu tahun 2025. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini