Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Bupati Luwu Dongeng di Depan Siswa SD, Dorong Budaya Literasi Sejak Usia Dini

LUWU  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terus berupaya meningkatkan minat baca sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui berbagai program literasi. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Layanan Perpustakaan Keliling dan Pembinaan Perpustakaan Desa yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kamis (31/7/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu, H. Patahudding, hadir langsung dan membacakan dongeng untuk siswa-siswi sekolah dasar. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Luwu ini disambut antusias oleh para siswa yang tampak serius mendengarkan kisah yang dibacakan.

Menurut Bupati, pembiasaan membaca dan mendengarkan cerita sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menekankan bahwa kegiatan mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media edukasi yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan sekaligus merangsang imajinasi anak-anak.

“Dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai moral, membangkitkan rasa ingin tahu, sekaligus memperluas imajinasi anak-anak,” ujar Patahudding.

Ia menambahkan, kegiatan literasi ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Luwu yang juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029. Program tersebut dirancang untuk mendorong terciptanya budaya membaca di tengah masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Berdasarkan data baseline 2024, tingkat kegemaran membaca masyarakat Luwu tercatat berada pada angka 65,35 dan ditargetkan meningkat menjadi 70,83 pada 2029. Pertumbuhan kegemaran membaca yang saat ini berada di angka 30,71% juga ditargetkan naik menjadi 47,45% dalam lima tahun mendatang. Selain itu, indeks pembangunan literasi masyarakat diproyeksikan naik dari 62,35 pada 2024 menjadi 70,28 pada 2029.

Dengan program literasi berbasis kearifan lokal seperti layanan perpustakaan keliling dan pembinaan perpustakaan desa, Pemkab Luwu optimistis dapat membangun ekosistem membaca yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan, sekaligus mencetak generasi muda Luwu yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini