Diskusi Publik Pemekaran Luwu Raya, DPRD Palopo Tegaskan Komitmen Bawa ke Paripurna
PALOPO, SPOTSATU.COM – Diskursus mengenai pemekaran Provinsi Luwu Raya kembali menguat melalui Diskusi Publik bertajuk “Pemekaran Luwu Raya: Antara Harapan, Tantangan, dan Realitas” yang digelar Rumah Narasi Indonesia Chapter Palopo di The Queen Coffee, Kota Palopo. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan pandangan legislatif, akademisi, dan aktivis dalam membaca ulang arah dan masa depan perjuangan pemekaran Luwu Raya.
Dalam forum yang digelar pada Sabtu (24/1) malam, Anggota DPRD Kota Palopo Bata Manurun menyoroti masih adanya cara pandang lama yang kerap dipakai untuk menyuarakan pemekaran, khususnya dengan menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai alasan utama. Menurutnya, pendekatan tersebut sudah tidak relevan dan justru mengaburkan esensi perjuangan pemekaran itu sendiri.
“Sudah bukan lagi masanya kita membahas soal PAD Luwu Raya. Bukan lagi masanya kita mengeluhkan soal apa yang diberikan Luwu Raya ke provinsi dan berapa yang dikembalikan ke Luwu Raya,” ujar Bata Manurung.
Lebih jauh, Bata menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar agenda administratif atau kepentingan jangka pendek, melainkan amanat sejarah yang memiliki nilai perjuangan dan martabat. Ia menyebut perjuangan ini sebagai janji yang lahir dari sejarah panjang Tana Luwu dan tidak bisa dinegosiasikan.
“Sekarang kita optimis saja, karena Provinsi Luwu Raya ini adalah janji yang tidak bisa ditawar. Ini adalah perjuangan yang mulia dari Andi Djemma yang perlu kita terus perjuangkan,” tegasnya.
Tidak hanya berhenti pada pernyataan moral, Bata juga menyampaikan sikap kelembagaan DPRD Kota Palopo yang, menurutnya, telah satu suara dalam mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya. Ia menyebut langkah konkret akan segera diambil dalam waktu dekat melalui mekanisme resmi legislatif.
“Kami di DPRD itu sudah sepakat, dalam waktu dekat ini akan mengadakan Rapat Paripurna membahas terkait Pemekaran Provinsi Luwu Raya ini dan kami semua bersepakat untuk memperjuangkan itu,” imbuhnya.


Tinggalkan Balasan