Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Pemkab Luwu Optimalkan Pompa Air dengan Dukungan Jaringan Listrik

LUWU – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, menegaskan pentingnya dukungan jaringan listrik untuk menunjang operasional pompa air pertanian di Desa Kamanre.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menyalurkan 10 unit pompa air kepada petani setempat. Namun hingga kini, pompa tersebut masih dioperasikan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani biaya produksi.

“Jika menggunakan listrik tentu jauh lebih hemat dibandingkan BBM. Kami berharap ada dukungan jaringan listrik agar distribusi air untuk sawah lebih efisien,” ujar Islamuddin.

Ia menjelaskan, potensi pertanian di Kamanre cukup besar. Ketersediaan sumber air relatif mencukupi dan bantuan sarana telah diberikan pemerintah. Meski demikian, tingginya biaya operasional akibat penggunaan BBM masih menjadi kendala utama bagi petani.

Kebutuhan listrik untuk sektor pertanian ini juga menjadi salah satu aspirasi yang mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kamanre. Warga berharap jaringan listrik dapat menjangkau area persawahan guna mendukung penggunaan pompa air berbasis listrik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappelitbangda Luwu, Moch Arsal Arsyad, menegaskan bahwa ketersediaan listrik kini menjadi faktor strategis dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan perikanan.

Menurutnya, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan infrastruktur dasar yang menentukan keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Selain mendorong program “listrik masuk sawah dan kebun”, Pemkab Luwu juga tengah mengembangkan program kampung nelayan yang di dalamnya direncanakan pembangunan pabrik es untuk menunjang aktivitas perikanan.

“Program kampung nelayan membutuhkan listrik yang stabil, termasuk untuk operasional pabrik es,” kata Arsal.

Ia menegaskan, dengan telah disalurkannya pompa air, tidak boleh lagi ada hambatan klasik yang membuat petani enggan menggarap lahan karena persoalan air.

“Dinas Pertanian silakan berkoordinasi dengan kelompok tani. Pompa sudah tersedia, tinggal sumur yang disiapkan. PLN nanti kita dorong untuk membantu jaringan listriknya. Tidak ada lagi alasan petani tidak turun sawah karena kekurangan air,” tegasnya.

Arsal menilai, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PLN sangat diperlukan agar program pembangunan pertanian dan perikanan dapat berjalan optimal, terintegrasi, serta berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini