Pemkab Luwu Optimalkan Pompa Air dengan Dukungan Jaringan Listrik
LUWU – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, menegaskan pentingnya dukungan jaringan listrik untuk menunjang operasional pompa air pertanian di Desa Kamanre.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menyalurkan 10 unit pompa air kepada petani setempat. Namun hingga kini, pompa tersebut masih dioperasikan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani biaya produksi.
“Jika menggunakan listrik tentu jauh lebih hemat dibandingkan BBM. Kami berharap ada dukungan jaringan listrik agar distribusi air untuk sawah lebih efisien,” ujar Islamuddin.
Ia menjelaskan, potensi pertanian di Kamanre cukup besar. Ketersediaan sumber air relatif mencukupi dan bantuan sarana telah diberikan pemerintah. Meski demikian, tingginya biaya operasional akibat penggunaan BBM masih menjadi kendala utama bagi petani.
Kebutuhan listrik untuk sektor pertanian ini juga menjadi salah satu aspirasi yang mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kamanre. Warga berharap jaringan listrik dapat menjangkau area persawahan guna mendukung penggunaan pompa air berbasis listrik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappelitbangda Luwu, Moch Arsal Arsyad, menegaskan bahwa ketersediaan listrik kini menjadi faktor strategis dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan perikanan.
Menurutnya, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan infrastruktur dasar yang menentukan keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Selain mendorong program “listrik masuk sawah dan kebun”, Pemkab Luwu juga tengah mengembangkan program kampung nelayan yang di dalamnya direncanakan pembangunan pabrik es untuk menunjang aktivitas perikanan.
“Program kampung nelayan membutuhkan listrik yang stabil, termasuk untuk operasional pabrik es,” kata Arsal.
Ia menegaskan, dengan telah disalurkannya pompa air, tidak boleh lagi ada hambatan klasik yang membuat petani enggan menggarap lahan karena persoalan air.
“Dinas Pertanian silakan berkoordinasi dengan kelompok tani. Pompa sudah tersedia, tinggal sumur yang disiapkan. PLN nanti kita dorong untuk membantu jaringan listriknya. Tidak ada lagi alasan petani tidak turun sawah karena kekurangan air,” tegasnya.
Arsal menilai, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PLN sangat diperlukan agar program pembangunan pertanian dan perikanan dapat berjalan optimal, terintegrasi, serta berkelanjutan. (*)


Tinggalkan Balasan