Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Kadisdik Luwu Pantau Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik 2026 di Sejumlah Sekolah

Oplus_131072

LUWU — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di sejumlah sekolah di Kabupaten Luwu. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah, perangkat pendukung, serta kelancaran simulasi sebelum pelaksanaan tes resmi.

Gladi bersih TKA dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pusat Asesmen Pendidikan dengan beberapa gelombang pelaksanaan. Gelombang pertama berlangsung pada 9–10 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada 11–12 Maret 2026. Selain itu, terdapat gelombang khusus pada 14–15 Maret 2026, gelombang ketiga pada 16–17 Maret 2026, serta gelombang tambahan pada 30–31 Maret 2026.

Andi Palanggi mengatakan bahwa secara umum pelaksanaan gladi bersih berjalan lancar dan transparan. Ia menegaskan bahwa seluruh siswa mengikuti simulasi secara mandiri tanpa bantuan dalam menjawab soal.

“Pada umumnya berjalan lancar dan transparan, tidak ada siswa yang dibantu dalam menjawab soal. Hanya saja masih ada beberapa sekolah yang terkendala jaringan serta masih kekurangan unit laptop atau Chromebook,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa soal yang digunakan dalam simulasi TKA lebih menekankan pada kemampuan analisis siswa. Konsep yang digunakan dalam penyusunan soal juga mengarah pada pendekatan pembelajaran deep learning, sehingga siswa dituntut untuk berpikir kritis dan memahami konsep secara lebih mendalam.

Untuk mengatasi keterbatasan perangkat di sejumlah sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu telah menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, pengaturan sesi pelaksanaan dilakukan agar sekolah dapat saling berbagi perangkat. Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan mengusulkan penambahan perangkat kepada pemerintah pusat.

“Untuk jangka pendek kita atur sesi pelaksanaannya sehingga sekolah bisa saling melengkapi. Sedangkan untuk jangka panjang, kita bermohon kepada kementerian agar dapat menambah unit perangkat bagi sekolah yang masih kekurangan,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik secara resmi dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026 untuk jenjang SMP dan 20–30 April 2026 untuk jenjang SD. Tes tersebut akan dilaksanakan dalam empat gelombang untuk jenjang pendidikan formal serta satu gelombang khusus bagi peserta dari satuan pendidikan khusus.

Dalam setiap hari pelaksanaan, TKA akan melalui beberapa tahapan, yaitu 10 menit sesi latihan, dilanjutkan 75 menit tes Matematika yang terdiri dari 30 soal—baik dari pusat maupun daerah—serta diakhiri dengan survei karakter selama 20 menit.

Tes Kemampuan Akademik merupakan tes standar nasional yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Melalui TKA, pemerintah berupaya menghadirkan laporan kemampuan akademik siswa yang objektif dan terstandar.

Selama ini, perbandingan kemampuan siswa lebih banyak didasarkan pada nilai rapor dari masing-masing sekolah yang memiliki standar penilaian berbeda. Dengan adanya TKA, diharapkan tersedia data yang lebih objektif untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara nasional.

Selain itu, TKA juga bertujuan menyediakan data yang dapat digunakan dalam proses seleksi pendidikan, memberikan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan belajar siswa, serta mendorong peningkatan kualitas sistem penilaian pendidikan di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini