Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Bappelitbangda Luwu Siapkan Strategi Penurunan Kemiskinan hingga Satu Digit pada 2029

LUWU — Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Moh. Arsal Arsyad, memaparkan arah dan strategi penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025–2029 dalam FGD yang berlangsung di Kantor Bupati Luwu, Selasa (18/11/2025). Ia menjelaskan bahwa RPKD merupakan dokumen strategis yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Luwu lima tahun ke depan.

Arsal menyampaikan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Luwu saat ini berada pada 10,58% atau sekitar 41 ribu jiwa. Dengan potensi daerah yang besar, Pemerintah Kabupaten Luwu menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit pada tahun 2029.

Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah telah disiapkan pemerintah daerah, mulai dari upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, hingga mendorong intervensi multisektoral dalam pembangunan daerah. Program pelayanan kesehatan gratis, penyediaan rumah layak huni, perbaikan sanitasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta dukungan terhadap komoditas unggulan seperti kakao dan kopi menjadi bagian dari strategi tersebut. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan UMKM, pembukaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi, serta penyiapan basis data tenaga kerja per desa.

Selain itu, Arsal menyoroti pentingnya sinkronisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran. DTSEN merupakan integrasi dari berbagai basis data seperti Regsosek, DTKS, dan P3KE, sehingga menjadi acuan utama dalam merancang program penanggulangan kemiskinan.

Ia berharap melalui FGD ini terbangun kolaborasi yang kuat antar-OPD dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Luwu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini