Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Konsep Dasar Trigonometri | Perbandingan Trigonometri Pada Segitiga Siku-siku

 ada tulisan ini m4th-lab akan membahas salah satu materi yang dipelajari di kelas X matematika wajib yaitu konsep dasar trigonometri. Ini adalah bahasan pertama untuk materi kosep dasar trigonometri. Pada tulisan ini akan kita bahas beberapa hal penting yang akan menjadi materi prasyarat yang wajib kalian kuasai untuk lanjut ke materi berikutnya, diantara: konsep sudut, satuan sudut meliputi satuan derajat dan satuan radian dan bagaimana cara konversi satuan derajat ke satuan radian serta cara konversi satuan radian ke satuan derajat, dan kita juga akan belajar perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. 


Sudut

Pastinya kalian sudah pernah belajar dan sudah paham mengenai definisi sebuah sudut karena sudah kalian pelajari saat SMP bahkan SD. Sudut adalah hasil rotasi (perputaran) sinar garis dengan titik pangkal sebagai titik pusat putaran. Sudut bernilai positif jika arah putarannya berlawanan arah jarum jam, dan bernilai positif jika arah putarannya searah jarum jam.


Ukuran Sudut (Satuan Sudut)

Ukuran besar suatu sudut dapat dinyatakan dengan dua satuan, yaitu satuan derajat dan satuan radian.

Satuan derajat

Satu putaran sama dengan 360, maka 1 dapat di definisikan sebagai 1360 putaran, atau dapat ditulis:

1 putaran =3601=1360 putaran

Satuan radian

Satuan radian dapat didefinisikan sebagai panjang busur dan jari-jadi suatu lingkaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dan penjelasan di bawah ini.


Besar sudur  dalam satuan radian adalah perbandingan panjang busur  dengan jari-jari lingkaran 


radian

Jika panjang busur sama dengan jari-jari (
), maka akan diperoleh ukuran sadut 1 radian.

 radian.

Jadi untuk besar sudut 1 radian dapat kita peroleh dengan membuat busur yang panjangnya sama dengan jari-jari.

Hubungan Satuan Derajat dan Satuan Radian

Perhatikan ilustrasi di bawah ini:




Jika sinar garis diputar satu putaran, maka akan dipeoleh panjang busur 
 = keliling lingkaran = 2
, sehingga:



 radian

Jadi,

1 putaran 
 radian

Oleh karena 1 putaran =360 maka diperoleh hubungan:

360=2
 radian 180=radian

Dengan demikian kita peroleh:


Contoh Soal dan Penyelesaian

Soal 1

Nyatakan besar sudut berikut dalam satuan derajat:
  1. 23 putaran


  2.  radian
  3. 5
    radian
Penyelesaian:

Ingat: 
1 putaran =360, jadi untuk merubah “putaran” ke satuan derjat, kita kalikan dengan 360.
Sementara, untuk merubah satuan radian ke satuan derajat, kita kalikan dengan 180, karen 
 radian 

  1. 23 putaran =23×360=240

  2.  radian =34×180=135

  3.  radian =56×180=150

Soal 2

Nyatakan besar sudut berikut dalam satuan radian:
  1. 23 putaran
  2. 225
  3. 330
Penyelesaian:

Ingat: 1 putaran = radian, dan 
 radian

  1. 23 putaran  
     radian
  2. 225  radian
  3. 330

     radian

Perbandingan trigonometri Pada Segitiga Siku-siku

Pada segitiga siku-siku, terdapat dua sisi yang saling tegak lurus dan satu sisi terpanjang yang disebut hipotenusa (pada tulisan ini kita sebut saja hipotenusa sebagai sisi miring) seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.



Setiap perbandingan pasangan sisi pada segitiga siku-siku mempunyai nama tertentu, yaitu: sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan dan cotangen. Berikut ini perbandingan sisi-sisi pada segitiga siku-siku:





Untuk mudah mengingat ketiga perbandingan di atas, ingat kalimat berikut: “sindemi cosami tandesa” maksudnya, sin perbadingan depan per miring, cos perbandingan samping per miring dan tan perbandingan depan per samping.

Untuk tiga perbandingan lainnya, yaitu cosecan, secan dan cotangen yang perlu diingat adalah cosecan adalah kebalikan dari sin, secan kebalikan dari cos, dan cotangen adalah kebalikan dari tan. Misal, jika diketahui maka  Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.

Soal 3:

Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini
Tentukanlah:






Penyelesaian:

Pada gambar segitiga di atas, sisi miring (hipotenusa) panjangnya belum diketahui, jadi perlu kita cari terlebih dahulu menggunkan teorema pythagoras.

miring=32+22=9+4=13

Jadi,


  1. =21313

  2. 31313




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini