Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

SPOTSATU.COM

Informasi Mencerahkan

Optimalisasi PAD, Bupati Luwu Tekankan Perluasan Basis Pajak dan Digitalisasi

LUWU — Bupati Luwu, Patahuddin, menghadiri High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan peluncuran penyerahan SPPT PBB-P2 Tahun 2026 serta pemberian penghargaan atas capaian penerimaan PBB-P2, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu.

Kepala Badan Pendapatan Daerah, Sofyan Thamrin, dalam laporannya mengungkapkan bahwa potensi pajak daerah di Kabupaten Luwu masih sangat besar, namun belum tergarap maksimal. Dari total luas wilayah sekitar 297 ribu hektar, sebagian besar merupakan kawasan hutan yang menjadi kewenangan pajak pusat. Sementara dari kawasan budidaya yang menjadi objek pajak daerah, baru sekitar 73 ribu hektar atau 38 persen yang telah terdaftar dalam PBB-P2. Artinya, masih terdapat sekitar 61 persen potensi lahan yang belum masuk dalam basis data pajak.

Dengan capaian penerimaan saat ini sekitar Rp14,6 miliar tanpa intensifikasi, Pemerintah Kabupaten Luwu mendorong strategi ekstensifikasi pajak, yakni memperluas objek pajak baru tanpa meningkatkan beban masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai solusi untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menjaga stabilitas sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu menegaskan bahwa kekuatan pembangunan daerah bertumpu pada kerja keras masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan hingga pembangunan desa.

“Masih banyak potensi yang belum kita sentuh. Setiap tanah yang tidak terdata bukan hanya kehilangan angka, tetapi juga kesempatan pembangunan yang tertunda,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif melakukan pendataan objek pajak di wilayah masing-masing. Menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah akan berdampak langsung pada peningkatan pembangunan, termasuk infrastruktur desa, fasilitas umum, dan pelayanan masyarakat.

Selain itu, Pemkab Luwu terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran pajak melalui kanal perbankan dan QRIS guna menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak atas kontribusi dalam realisasi penerimaan PBB-P2 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pencapaian target tahun sebelumnya dan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja serta sinergi ke depan.

“Kita harus bergotong royong membangun daerah ini. Pajak yang kita kelola hari ini adalah untuk kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Ahmad Gazali, Penjabat Sekretaris Daerah Muhammad Rudi, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini